Seorang turis dikeroyok oleh sejumlah warga dan petugas keamanan desa (Pecalang) di kawasan Canggu, Bali. Insiden yang terjadi pada Sabtu dini hari, 3 Mei 2025, sekitar pukul 03.00 WITA, bermula ketika turis berkebangsaan Rusia tersebut diduga melakukan tindakan mengancam menggunakan senjata tajam di sebuah bar. Aksi turis dikeroyok ini menjadi viral di media sosial dan menimbulkan perhatian dari pihak kepolisian setempat.
Menurut keterangan dari beberapa saksi mata, sebelum insiden pengeroyokan terjadi, turis Rusia yang belum diketahui identitasnya tersebut tampak membuat keributan di dalam sebuah bar di kawasan Canggu. Diduga dalam keadaan mabuk, turis tersebut mengeluarkan sebilah pisau dan mengacungkannya kepada pengunjung lain serta staf bar. Tindakan pemukulan ini dipicu oleh kekhawatiran dan kemarahan warga serta petugas keamanan yang berusaha mengamankan situasi.
Upaya persuasif dari Pecalang dan beberapa warga awalnya tidak diindahkan oleh turis tersebut. Karena dianggap membahayakan keselamatan orang lain, akhirnya warga dan Pecalang terpaksa melakukan tindakan fisik hingga turis tersebut berhasil dilumpuhkan. Video amatir yang merekam momen turis dikeroyok ini kemudian menyebar luas di media sosial, memicu berbagai komentar dari warganet.
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Wayan Arta, saat dikonfirmasi pada Sabtu pagi, membenarkan adanya insiden turis dikeroyok tersebut. Pihaknya telah mengamankan turis Rusia yang bersangkutan dan membawanya ke Mapolsek Kuta Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau yang diduga digunakan oleh turis tersebut untuk mengancam.
Kompol I Wayan Arta menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam terkait motif dan kronologi kejadian turis dikeroyok ini. Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Rusia di Denpasar terkait status dan penanganan WNA tersebut. Kapolsek mengimbau kepada seluruh wisatawan yang berkunjung ke Bali untuk selalu menghormati hukum dan adat istiadat setempat serta tidak melakukan tindakan yang dapat meresahkan atau membahayakan masyarakat. Insiden turis dikeroyok ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak terkait pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah pariwisata Bali.