Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bil-ma’i wats-tsalji wal-baradi wa naqqihi minal-khathaya kama naqqaitats-tsaubal-abyadla minad-danasi wa abdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhul-jannata wa a’idzhu min ‘adzabil-qabri wa min ‘adzabin-nar. Doa yang panjang dan komprehensif ini adalah inti permohonan kita bagi jenazah.
Doa ini merupakan salah satu bacaan utama setelah takbir ketiga dalam salat jenazah. Dengan memulai “Ya Allah, ampunilah dia (laki-laki),” kita mengakui bahwa setiap jiwa pasti memiliki dosa. Permohonan Allahummaghfirlahu ini adalah bentuk kasih sayang tertinggi seorang Muslim kepada saudaranya yang telah berpulang, mengharap ampunan dari Dzat Yang Maha Pengampun.
Selanjutnya, doa memohon rahmat (warhamhu) dan pemaafan (wa ‘afihi wa’fu anhu). Ini adalah permohonan agar Allah melimpahkan kasih sayang-Nya yang tak terbatas, menutupi segala kekurangan, dan memaafkan segala kesalahan almarhum. Rahmat Allah adalah kunci menuju surga, dan dengan doa ini, kita berharap almarhum mendapatkannya.
Bagian “wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu” (muliakanlah tempatnya dan lapangkanlah tempat masuknya) adalah permohonan agar Allah melapangkan kubur dan menjadikannya taman dari taman surga. Ini adalah doa untuk kenyamanan almarhum di alam barzakh, fase pertama dari kehidupan setelah kematian yang penuh misteri bagi kita yang hidup.
Kemudian, doa berlanjut dengan permohonan pembersihan yang mendalam: “waghsilhu bil-ma’i wats-tsalji wal-baradi wa naqqihi minal-khathaya kama naqqaitats-tsaubal-abyadla minad-danasi” (mandikanlah dia dengan air, salju, dan embun, serta bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran). Ini metafora kuat untuk pemurnian total jiwa.
Selanjutnya, “wa abdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi” (gantilah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, dan pasangan yang lebih baik dari pasangannya). Doa ini menunjukkan harapan akan kehidupan akhirat yang jauh lebih baik dan sempurna.
Puncak doa ini adalah permohonan agar dimasukkan ke surga dan dilindungi dari azab kubur serta azab neraka: “wa adkhilhul-jannata wa a’idzhu min ‘adzabil-qabri wa min ‘adzabin-nar”. Ini adalah inti harapan setiap Muslim untuk almarhum, sebuah permohonan yang meliputi keselamatan di dunia dan akhirat. Doa Allahummaghfirlahu ini adalah bekal terbaik bagi jenazah.