Pulau Dewata Bali kembali menghadapi tantangan alam. Sejumlah pohon dilaporkan tumbang di berbagai wilayah Akibat Cuaca Ekstrim yang melanda, menyebabkan gangguan pada lalu lintas dan pasokan listrik. Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan dampak perubahan iklim dan urgensi kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Fenomena Akibat Cuaca Ekstrim ini terjadi pada hari Minggu, 25 Mei 2025, sejak dini hari hingga siang hari. Hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian besar wilayah Bali, terutama di daerah Denpasar, Badung, dan Tabanan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat dan angin puting beliung di beberapa kawasan. Peringatan ini disampaikan pada Sabtu sore, 24 Mei 2025, melalui berbagai kanal informasi resmi.
Dampak paling signifikan dari Akibat Cuaca Ekstrim ini adalah tumbangnya sejumlah pohon berukuran besar. Di Jalan Raya Sunset Road, Kuta, Badung, sebuah pohon palem tumbang melintang di tengah jalan, menyebabkan kemacetan panjang selama beberapa jam. Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung segera dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan pohon tumbang tersebut. Proses evakuasi yang melibatkan pemotongan dahan dan pemindahan batang pohon memakan waktu sekitar tiga jam, dibantu oleh petugas kepolisian dari Satuan Lalu Lintas Polres Badung untuk mengurai kemacetan.
Selain di Badung, laporan pohon tumbang juga datang dari area Tabanan dan beberapa titik di Denpasar. Beberapa pohon yang tumbang juga menimpa jaringan listrik, menyebabkan pemadaman di beberapa desa. Petugas PLN langsung diterjunkan untuk memperbaiki kerusakan dan memulihkan pasokan listrik. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Bapak Made Sutama, S.H., dalam keterangannya pada Minggu siang, 25 Mei 2025, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Kami meminta warga untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di dekat pohon-pohon besar atau baliho yang rentan tumbang Akibat Cuaca Ekstrim. Laporkan segera jika ada kejadian darurat,” ujar Bapak Made Sutama.
Pihak berwenang juga mengingatkan pentingnya untuk secara rutin melakukan pemangkasan pohon-pohon yang sudah tua atau berpotensi tumbang di area publik maupun pribadi, sebagai langkah mitigasi dini. Kejadian pohon tumbang Akibat Cuaca Ekstrim ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang semakin tidak menentu.